SAAT "LUKISAN BERBUNYI": EKSPLORASI GRAPHIC SCORE DALAM PAMERAN YANAL DESMOND

28-11-2025 12:32

Art Music Today


Art Music Today Image

 

Oleh: Betrand Angelius Zai

Bayangkan kita berada di sebuah galeri seni dan berdiri di depan sebuah karya lukisan. Bukannya kita hanya melihat sebuah lukisan yang utuh, tetapi di samping karya lukisan tersebut ada sebuah lembaran kertas yang penuh dengan coretan dan simbol-simbol aneh.

Pada 19 April 2025 di Galeri Kiniko Art Yogyakarta, seniman Rupa Yanal Desmond Zendrato menyelenggarakan pameran tunggal yang berjudul "TITIK TUBUH", berkolaborasi dengan VorMarka Ensemble yang mereka singkat sebagai MondMarka (Desmond VorMarka). Pameran ini berlangsung dari 19 April hingga 11 Mei 2025. VorMarka Ensemble adalah sekelompok musisi eksperimental Yogyakarta yang beranggotakan empat personil yaitu Rangga Purnama Aji, Dhewantara Manurung, Welderahmat, dan Betrand Angelius Zai. Dipimpin oleh Rangga Purnama Aji seorang komposer musik yang juga terlibat dalam proses pembuatan karya musik di projek kolaborasi MondMarka.

Tidak seperti pameran karya lukis seperti biasa nya, di pameran tersebut mencuri perhatian orang yang ada disana, karena di samping beberapa lukisan dipajang selembar kertas yang berisi seperti coretan dan simbol-simbol aneh yang di sebut Graphics Score (notasi grafik).

Apa itu Graphic Score?

Rangga Purnama Aji menjelaskan bahwa dalam musik kontemporer dan avant-garde ada istilah namanya Graphic Score atau Notasi Grafis dimana ada keterlibatan grafik digunakan sebagai aspek terpenting dalam instruksi permainan musik. Lebih tepatnya Graphic Score adalah notasi musik yang menggunakan simbol-simbol dan elemen visual di luar notasi musik barat tradisional atau not balok, notasi ini terkenal pada tahun 1950-an. Biasanya musik yang dihasilkan sangat aneh ketika didengar, maka dari itu musik dari Graphics Score sangat cocok untuk lukisan Yanal Desmond yang surealis dan gelap.

Dari beberapa karya yang dipamerkan ada lima karya lukisan yang direspon dan dijadikan sebuah karya musik. Di sesi bincang-bincang seni yang diadakan di hari terakhir pameran Rangga menjelaskan proses pembuatan karya musiknya. Ia mengatakan upaya interpretasi itu tidak hanya sekadar melihat lukisan lalu menerka-nerka musiknya seperti apa, melainkan harus memperhatikan setiap unsur-unsur yang ada di lukisan nya seperti garis, karakteristik, tekstur, wujud dan bentuk-bentuk yang ada, jadi konsekuensi musik itu muncul berakar pada lukisan itu sendiri.

Ini adalah suatu terobosan baru di bidang seni terkhusus musik yang mana Graphics Score mengajak kita untuk menikmati musik melalui bahasa visual. Musik bukan lagi tentang "memainkan apa yang tertulis," tetapi tentang menginterpretasikan apa yang dilihat. Semua jenis seni sangatlah berhubungan, dari karya lukisan bisa menciptakan karya musik baru. Di balik itu kita juga bisa menikmati karya seni dengan jangkauan yang lebih luas jika dikolaborasikan.

 

206 x dilihat

Prev Next

Login Member

forgot password?
Kabar Berita