SEGERA TERBIT BUKU JEJAK GARAM DI KULIT GUNUNG KARYA EKO SUPRIYANTO
Segera Terbit Judul Buku Jejak Garam di Kulit Gunung – Ekodramaturgi Eko PenulisEko SupriyantoEditorRenee Sari WulanISBNDalam prosesDetailUkuran buku 15 x 23 cm; Tebal: x + 240 hal Sinopsis: Saya menulis buku ini sebagai bentuk refleksi dan kesadaran: bahwa perjalanan artistik saya sejatinya adalah perjalanan tubuh yang terus belajar mendengarkan.Saya lahir di Astambul, Kalimantan Selatan, dan tumbuh besar di Karang Kidul, Magelang. Masa kecil saya diisi oleh suara gamelan, latihan silat, dan tarian jatilan yang mengisi halaman kampung. Dari sana tubuh saya mulai mengenal tanah; bukan hanya sebagai pijakan, tetapi sebagai ruang spiritual tempat gerak dan kehidupan bertemu. Saat saya kuliah di STSI Surakarta, dunia tari membuka diri dengan cara baru. Saya belajar bahwa tradisi bukan sesuatu yang beku, melainkan sumber energi yang selalu bisa dibaca ulang. Pertemuan dengan para guru seperti Sardono W. Kusumo, S. Pamardi, Djarot B.Darsono dan Suprapto Suryodarmo meneguhkan keyakinan saya bahwa tubuh adalah teks hidup yang terhubung dengan alam. Dari mereka, saya mengenal kata kunci penting: ekologi.Buku ini saya tulis bukan untuk menjelaskan karya, melainkan untuk memahami proses: bagaimana penciptaan dapat menjadi bentuk perawatan. Di suatu titik perjalanan, tumbuh kepercayaan baru pada saya bahwa koreografi bermakna membangun hubungan antara tubuh dan ruang, antara manusia dan alam. Proses penciptaan bagi saya adalah proses perawatan sosial dan ekologis: to choreograph relationships.Pendekatan ekodramaturgi yang saya kembangkan bukan semata teks dan teori panggung, tetapi praktik hidup yang menuntut keberadaan tubuh secara utuh.Ia menempatkan pengetahuan lokal, pengalaman komunitas, dan kesadaran ekologis sebagai sumber utama penciptaan seni. Dari riset dan pertemuan ini lahirlah gagasan tentang care-based choreography, ecological rehearsal, dan storytelling care, yang kemudian saya ajarkan kepada mahasiswa di ISI Surakarta terutama di Program Studi saya Prodi Koreografi Inkuiri. Pendekatan ini tentang investigasi, bukan hanya sebagai teknik penciptaan, tetapi sebagai etika memahami pengetahuan hidup. Buku ini ditulis dalam gaya autoetnografi praktik - sebuah bentuk penulisan yang menempatkan pengalaman personal sebagai sumber pengetahuan akademis. Dengan cara itu, tubuh tak lagi sebatas objek analisis, ia meluas sebagai subjek epistemologis yang dapat berbicara, merasakan, dan mengingat. Semoga buku ini dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa, peneliti, dan pembaca umum yang ingin memahami seni pertunjukan menggunakan cara pandang proses dan ekologi. Saya pun berharap buku ini menjadi ruang perenungan bagi siapa saja yang percaya bahwa tari adalah cara untuk hidup selaras dengan bumi.“Buku ini bukan catatan karya, tetapi catatan tubuh - tubuh yang terus belajar mendengar bumi, laut, dan napas kehidupan di antara keduanya.” Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi:WhatsApp: 0895341875712Instagram: @amtpublisher_Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT