Kategori: Rilisan Musik

Eksplorasi pemikiran, kritik, dan berita terbaru seputar dunia seni dan musik hari ini.

Pianis Angelica Liviana Segera Luncurkan Album Piano Pertamanya
29 Sep 2017 Redaksi 2.050 Views

Pianis Angelica Liviana Segera Luncurkan Album Piano Pertamanya

Pianis Angelica Liviana asal Jakarta akan meluncurkan album piano pertamanya bertajuk "Moods". Album ini telah direkam Juli lalu di Sekolah Musik Indonesia, Yogyakarta, dengan dukungan penuh dari Art Music Today dan Rekambergerak. Album ini berisi karya-karya musik dari para komponis muda Indonesia dalam berbagai format, baik solo dan musik kamar. Livi, panggilan akrab Angelica Liviana mengatakan, pembuatan album ini sudah dicita-citakannya sejak lama, tapi baru bisa terwujud saat ini. "Bersyukur akhirnya kesampaian juga," ujarnya lega. Album ini sudah dalam tahap proses mastering dan direncanakan akan diluncurkan pada pertengahan Oktober mendatang, juga di bawah label Art Music Today. Livi merupakan alumni Jurusan Musik Universitas Pelita Harapan, Jakarta yang sehari-hari mengajar piano dan aktif terlibat dengan berbagai proyek, salah-satunya sebagai pianis pengiring seni balet. Kita nantikan, ya! (amt/es)  

Alfian Emir Adytia Merilis “Decolmuseum” — Album Prog Rock Cello Tentang Bayang-Bayang Kolonialisme
27 Jun 2025 Redaksi 175 Views

Alfian Emir Adytia Merilis “Decolmuseum” — Album Prog Rock Cello Tentang Bayang-Bayang Kolonialisme

  Den Haag, Belanda – Pada tanggal 20 Juni 2025, pemain cello dan vokalis lintas genre Alfian Emir Adytia meluncurkan “Decolmuseum” , sebuah album berkonsep cello prog-rock yang bertema sejarah kolonial, bayang-bayangnya dalam dunia hiper-kapitalistik saat ini, dan pencarian makna sebagai manusia. " Album ini lahir dari sebuah desakan batin dalam diriku. Ketika aku memasuki museum dan ruang-ruang yang masih menyimpan benda peninggalan leluhurku, hatiku terasa tercabik. Kisah di balik setiap benda itu belum diceritakan dan belum didengar. Aku berharap bisa membuat museum yang bisa menceritakan kisah mereka. Museum yang bukan hanya untuk dilihat. Museum yang bisa menggerakkan orang hingga meneteskan air mata maupun tertawa lewat kisah mereka. Aku percaya seni bahwa, terutama musik, adalah salah satu alat paling kuat untuk menggerakkan manusia secara fisik dan spiritual. Ia bisa mengubah ide, menggugah emosi, dan akhirnya." — Alfian Emir Aditia  Karya Mandiri Dengan Dukungan Kolektif Album ini menjadi spesial karena pendekatan independennya yang kuat dan dukungan kolektif dari komunitas. Setelah berbulan-bulan menciptakan, menulis, dan merekam demo album ini pada tahun 2023 dan 2024, Emir menggandeng produser musik asal Turki yang berbasis di Belanda, Kaan Yazici , dan mempercayainya untuk memimpin produksi sonik album ini sejak Juni 2024. Secara paralel, Emir menginisiasi kampanye crowdfunding yang didukung oleh 123 individu, memungkinkan dirinya membiayai produksi sonik dari album berisi 10 lagu ini. Pendekatan ini, meski penuh tantangan sebagai seniman independen, memberi Emir kebebasan berkreasi penuh dalam memproduksi dan menyajikan albumnya.  Dekolonisasi & Dekonstruksi Cello & Penulisan Lagu Album 10 lagu ini mengundang para penggemar musik rock dan metal ke dalam dimensi baru—dan sebaliknya, memperkenalkan para pendengar cello dan musik klasik pada daya tarik baru dalam musik cello. Setelah menyelesaikan studi magister di bidang cello klasik di The Royal Conservatoire of The Hague , Emir kembali ke “rumah musikal”-nya: rock, metal, dan musik tradisional Indonesia. Bersama produser musik Kaan Yazici , mereka bekerja sama menemukan keseimbangan yang pas antara sumber bunyi cello yang otentik dan distorsi yang menyerupai ampli gitar. Mereka menghabiskan banyak waktu menciptakan rantai efek yang menjadi formula khas sonik album ini. Dalam Decolmuseum , Emir merancang struktur lagu yang anti-mainstream—kebanyakan berstruktur linier, bentuk yang jarang digunakan dalam ranah musik non-klasik—menjadi jembatan antara musik klasik dan musik populer.  Menghapus Supremasi Budaya Lewat Musik Keroncong Elemen musik keroncong menjadi bagian integral dari album ini. Emir secara sadar menghadirkan pengalaman masa lalunya di dunia musik Indonesia tersebut dengan pesan yang tegas tentang dekolonisasi budaya sonik. Berabad-abad yang lalu, musik keroncong di Indonesia mengalami segregasi budaya—dianggap sebagai musik "kelas bawah" dibandingkan gamelan keraton atau musik klasik barat. Emir dengan cermat meramu album ini dengan elemen keroncong yang menyatu dengan struktur komposisi klasik, riff metal, dan vokal edgy —menciptakan identitas sonik yang unik.  Lebih Dari Sekadar Musik Selain dirilis secara digital di platform musik arus utama, Emir juga meluncurkan format fisik seperti vinyl edisi terbatas , kaset dengan bonus track , dan sebuah buku foto-esai . Buku ini menampilkan karya fotografi kolaboratif dari etnografer visual asal Italia, Andrea De Angelis , serta seri collage art dan esai Emir yang membahas kisah di balik setiap lagu dalam album ini. Rilisan dari tiap format fisik akan dirilis secara bertahap, dimulai dengan vinyl pada hari perilisan resmi, buku pada bulan Agustus, dan kaset menyusul di bulan Oktober.  Dengarkan / Bagikan / Ikuti  Spotify: https://open.spotify.com/album/13bmWzMvuYIqJPNKbZJH0I?si=-98qhHw-S26GqFrx2JREdw  Bandcamp: https://emircello.bandcamp.com/album/decolmuseum  Instagram: https://www.instagram.com/emir.cello/    Permintaan Media / Wawancara / Undangan Media Budaya Kontak: alfianadytia@gmail.com Situs web: https://emircello.com/   Kit Pers: https://drive.google.com/drive/folders/1AvwiF5WJNgx2xveTWNTrAMkc1MQGdk0-?usp=drive_link Lirik: https://drive.google.com/drive/folders/1FLQdm7elhN70Li2PUJBvNZInM0hqgz_F?usp=drive_link     Youtube Konser  

ALBUM GATRA - NOCTURNAL GUITAR QUARTET AKAN DIRILIS
25 Nov 2019 Redaksi 2.005 Views

ALBUM GATRA - NOCTURNAL GUITAR QUARTET AKAN DIRILIS

  Dengan senang hati kami mengundang semua rekan-rekan untuk hadir pada acara peluncuran album GATRA - Nocturnal Guitar Quartet. Mari bersama-sama menjadi bagian paling intim untuk kelahiran album perdana kami ini. Rabu, 27 November 2019 19.00 WIB | Noma Cafe Yogyakarta GRATIS Silakan reservasi tempat: 089675711546 Album ini didukung sepenuhnya oleh: Art Music Today, Seruni Audio, DS Records Rekambergerak, Noma Cafe Memulai karir di Yogyakarta, Indonesia, pada 2014, Nocturnal Guitar Quartet (NGQ) telah tumbuh pesat sebagai ansambel yang memiliki reputasi internasional. NGQ berpengalaman memainkan karya-karya moderen dan kontemporer dari berbagai komponis lintas benua, tak terkecuali karya-karya komponis Indonesia. Anggota NGQ, Robi Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri—telah saling kenal dan bekerja bersama-sama jauh sebelum NGQ berdiri. Kwartet ini adalah kwartet yang membawa nilai persahabatan yang tinggi. “GATRA” adalah album perdana NGQ, menandai lima tahun perjalanan mereka. PENGHARGAAN: - 1st Prize Mixed Chamber Category, Concorso Musicale Di Filadelfia, Italy, 2016. - 1st Prize Ensemble Category, Tarrega Malaysia International Guitar Festival, Kuala Lumpur, Malaysia 2017. - 2nd runner up Japan International Guitar Festival, Tokyo, Japan 2018.