Kategori: Literasi & Buku

Eksplorasi pemikiran, kritik, dan berita terbaru seputar dunia seni dan musik hari ini.

SEGERA TERBIT BUKU GHIYAR Harmoni dan Resiliensi Seniman Pinggiran Catatan Etnografi Musik Tradisi Timur Jawa
29 Sep 2025 Redaksi 410 Views

SEGERA TERBIT BUKU GHIYAR Harmoni dan Resiliensi Seniman Pinggiran Catatan Etnografi Musik Tradisi Timur Jawa

SEGERA TERBIT Judul Buku:  GHIYAR Harmoni dan Resiliensi Seniman Pinggiran Catatan Etnografi Musik Tradisi Timur Jawa   Penulis: Panakajaya Hidayatullah   Penerbit: Lembaga Pusat Informasi Musik Art Music Today ISBN: Dalam proses Harga: Rp. 129.000,-  Ukuran buku 15 x 23 cm; Tebal 200 hal   Sinopsis:  Perjalanan penelitian etnografi ini dimulai dengan rasa ingin tahu. Bagaimana mungkin tradisi musik yang begitu kaya, yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama ratusan tahun, bisa bertahan dalam kondisi yang serba menekan? Apa yang membuat sebuah budaya memilih untuk menyesuaikan diri alih-alih menghilang? Dan, apa yang sebenarnya mereka pertahankan? Pertanyaan-pertanyaan itu membawa saya ke tiga daerah di Jawa Timur: Bondowoso, Probolinggo, dan Madura (Sumenep-Pamekasan). Di sinilah saya menemukan cerita-cerita yang tidak hanya membuka mata, namun juga hati dan empati. Catatan etnografi ini adalah bagian dari penelitian doktoral saya di Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Universitas Gadjah Mada yang saya kerjakan dari tahun 2021-2024. Namun, di luar itu, perjalanan ini juga adalah perjalanan personal saya, sebuah upaya untuk memahami hubungan antara seni, masyarakat, dan keyakinan. Fokus penelitian saya adalah fenomena adaptasi musik, di mana gamelan logam yang dulu menjadi inti dari sebuah tradisi, kemudian berubah menjadi “gamelan” berbahan membran. Dua ansambel membran yang menjadi pusat perhatian saya adalah: Kemplang di Bondowoso dan Terbhâng Ghendhing di Probolinggo. Ansambel membran ini tidak lahir dari kemudahan, tetapi dari keterpaksaan. Di masa lalu, otoritas agama melarang masyarakat memainkan gamelan logam, memaksa tradisi itu hampir lenyap, tetapi di tengah larangan itu, muncul solusi dari kiyai-kiyai kampung yang kreatif. Lahirlah “gamelan” membran yang mampu memainkan gending, sehingga tradisi tetap hidup, meski dalam wujud yang berbeda. Menariknya, tradisi ini dipraktikkan oleh komunitas Madura migran. Meski mereka telah bermigrasi ke tanah Jawa selama beberapa generasi, budaya Madura tetap hidup dalam diri mereka, termasuk gending-gending gamelan Madura. Dalam penelitian etnografi ini, saya ingin memahami, mengapa tradisi ini terus mereka pertahankan? Apa yang membuat mereka bertahan, meskipun dunia seolah memaksa mereka untuk melupakan? Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi: WhatsApp: 0895341875712 atau 085729809236 Instagram: @amtpublisher_ Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT  

Literasi Musik Sehari di Surabaya
27 May 2018 Redaksi 3.061 Views

Literasi Musik Sehari di Surabaya

  Pertemuan Musik di Surabaya kembali menyelenggarakan agenda musik, dan kali ini mereka mengusung tema LITERASI MUSIK SEHARI. Agenda ini akan diselenggarakan Senin (28/5) di Qubicle Center, Surabaya, mulai jam 15.00 WIB. Secara ringkas, disampaikan dalam rilis mereka, kegiatan ini berangkat dari keinginan sederhana, yaitu mengapresiasi karya-karya literatur musik yang terbit di Indonesia. Apa yang dimaksud dengan Literatur Musik? Adalah segala sumber informasi musik yang tertulis/dituliskan. Informasi tersebut dapat berupa sejarah, teori, riwayat/biografi tokoh, kamus, ensiklopedi, score/partitur/notasi musik, dan lain sebagainya. Kegiatan menulis segala informasi musik memang belum menjadi kebiasaan (habit) di Indonesia, terlebih budaya. Sangat berbeda dengan dunia sastra—yang memang literer, tertulis.  Meski demikian, kita bisa menemukan jejak-jejak yang jelas dari pertumbuhan literatur musik di Indonesia, khususnya sejak paruh kedua Abad ke-20. Literatur musik memang telah dituliskan dan keberadaannya memang terus ada hingga hari ini. Lebih jauh, Gema Swaratyagita, Direktur Pertemuan Musik, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini antara lain untuk memetakan pertumbuhan literatur musik dari masa ke masa, menjadi pemicu bagi produktivitas penuilsan literatur musik, khususnya bagi generasi muda, "dan kami juga perlu membudayakan memahami musik tidak hanya melalui tontonan/mendengarkan, melainkan juga menyerap informasi/bacaan," ujarnya.  Selain MEMAMERKAN beberapa koleksi literatur musik yang terbit di Indonesia dalam rentang 7 dekade, sejak 1950an hingga 2010-an, kegiatan ini juga di-isi dengan DISKUSI yang membahas beberapa terbitan literatur musik khususnya dari dekade terkini. Narasumber yang dihadirkan dalam sesi diskusi ini adalah Musafir Isfanhari (Surabaya), Erie Setiawan (Yogyakarta), dan Ayos Purwoaji (Surabaya). Yang tidak kalah menarik adalah agenda PERTUNJUKAN MUSIK yang bervariasi untuk melengkapi alur acara. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Informasi acara: Siska (08175174696)    

Telah Terbit Buku Notasi Musik Abad 20 dan 21 (Cetakan Terbatas)
25 Apr 2018 Redaksi 3.782 Views

Telah Terbit Buku Notasi Musik Abad 20 dan 21 (Cetakan Terbatas)

  Penulis: Septian Dwi Cahyo  Editor: Erie Setiawan, Dieter Mack  Desain Sampul: Gaga  Tata Letak: Dwi Pratomo Penerbit: Art Music Today  Cetakan: Pertama, Maret 2018  Tebal: 212 hlm. “Notasi terus ber-evolusi, dan ia juga merupakan bentuk (ekspresi) pikiran manusia dalam menerjemahkan ide dan imajinasi kreatif ke dalam teks maupun simbol tertulis. Sampai pada kondisi terkininya, dan dalam skena musik kontemporer yang sangat kompleks saat ini, buku ini diperlukan sebagai referensi utama mengenai metode penulisan notasi musik, sekaligus membuka wawasan terhadap segala perluasan bentuk penotasian di luar notasi konvensional yang telah mapan.” Untuk sementara waktu buku ini hanya bisa didapatkan di Penerbit AMT. Harga: Rp. 75.000,- (dengan lampiran CD Audio) Jl. Tirtodipuran Gg. Mawar 35 – Mantrijeron, Yogyakarta Email: infobukuamt@gmail.com WA/SMS: 0895341875712  

SEJARAH MUSIK KLASIK BARAT DI LEMBAR SURAT KABAR HINDIA BELANDA
25 Feb 2020 Redaksi 4.846 Views

SEJARAH MUSIK KLASIK BARAT DI LEMBAR SURAT KABAR HINDIA BELANDA

    Aniarani Andita, Kandidat Doktor di Departemen Musik, Royal Holloway, Universitas London, Inggris, tengah menggelar pameran langka di beberapa kota di Indonesia. Pameran pertama digelar di Jakarta, pada Jumat, 21 Februari 2020, di Lobi Gedung Usmar Ismail, bertepatan dengan konser Tchaikovsky Night oleh Jakarta Concert Orchestra. Ania mengetengahkan beberapa kliping koran yang menunjukkan bagaimana mula-mula musik klasik Barat mulai disemaikan di Tanah Air, khususnya melalui kegiatan konser. Kliping tersebut didesain khusus dengan teknik bongkar-pasang dan instalasi yang menarik demi memudahkan penyajian. "Ini mengapa kubuat begini juga agar praktis ketika akan kubawa lagi untuk pameran di lain kota," ujar Ania. Melalui penelusurannya, pertunjukan musik klasik Barat untuk publik telah hadir sejak tahun 1830an di Batavia. Bertempat di Schouwburg (sekarang Gedung Kesenian Jakarta) oleh grup-grup opera dari Italia dan Perancis. Setelah menyinggahi Batavia, pertunjukan kemudian meluas ke kota-kota lainnya seperti Bandung, Jogjakarta, Semarang, dan Surabaya. Pertunjukan-pertunjukan musik klasik Barat pada umumnya diperuntukkan hanya bagi orang Belanda dan Eropa yang tinggal di kota-kota tersebut. Lebih jauh, pameran ini ia maksudkan untuk memberikan wawasan mengenai sejarah musik klasik Barat di Indonesia; juga memungkinkan terbukanya diskusi mengenai bagaimana sejarah ini mempengaruhi cara kita memahami dan mempraktekkan musik klasik Barat di Indonesia saat ini. "Saya sedang sangat intens dengan jejak sejarah musik klasik Barat di Indonesia, khususnya mulai awal abad ke-19 hingga awal abad ke-20," tegasnya (AMT/ES). Desain instalasi: Nara Nugroho. Catatan: Jika Anda, atau lembaga Anda, tertarik untuk memfasilitasi pameran ini silakan menghubungi langsung saudari Aniarani di alamat surel: aniarani.andita.2018@live.rhul.ac.uk. Pameran disarankan untuk digelar bersamaan dengan konser musik klasik.      

LITERASI MUSIK SEPANJANG RAMADHAN
22 Apr 2021 Redaksi 1.863 Views

LITERASI MUSIK SEPANJANG RAMADHAN

    Dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan, Art Music Today mempersembahkan program amal-kolektif LiRamadhan: Literasi Musik Sepanjang Ramadhan.  Di program ini, kamu akan menikmati konten-konten seputar literasi musik yang menarik, informatif, dan inspiratif. Semua disajikan daring di akun-akun media sosial kami:   12 April hingga 6 Mei 2021 Pukul 15.30 dan 20.30 WIB   YouTube: Art Music Today dan Penerbit Art Music Today  Instagram: @artmusictoday @amtpublisher_ Spotify: Semusik Sekata Penerbit Art Music Today   Kamu juga bisa bergabung untuk mengisi secara suka rela konten-konten di LiRamadhan. Rekam audio atau audio-videomu dan kirimkan ke: artmusictoday.surat@gmail.com dan ke infobukuamt@gmail.com.    Kamu bisa membahas buku, membaca artikel, mendongeng, bahkan cuma sekedar curhat tentang musik. Info lebih lanjut silakan DM ke kami.    Official Partner LiRamadhan: @amtpublisher_ @rekambergerak @octobermeeting @perpromi @gagalovesaturday @litererie @snooge.studio @reza.dien @sekarsha   Media Partner LiRamadhan: @jogjapunyaacara @wartajazz @dangdut.studies @yesnowavemusic @warungarsip @jogjafestivals @musikjogja @ruangkerjacreative @brikolase @kiosojokeos   IG: @artmusictoday @amtpublisher_ Youtube: Art Music Today Penerbit Art Music Today Spotify Podcast: Penerbit AMT.   Jangan lupa follow, like & subscribe, komentar dan bagikan manfaatnya!    #LiRamadhan #artmusictoday #amtpublisher #penerbitamt #literasimusik #ramadhan #berkahramadhan #ramadhanfair #vibe #tiktok #puasa #ngabuburit #marhabanyaramadhan #bulanpuasa #musikindonesia #literasi #event #giveaway #islam #podcast #eventjogja #jogjahariini

SEGERA TERBIT BUKU ARSITEKTUR TEORI SENI PETA JALAN FILOSOFIS DARI MIMESIS HINGGA METAVERSE
19 Jan 2026 Redaksi 143 Views

SEGERA TERBIT BUKU ARSITEKTUR TEORI SENI PETA JALAN FILOSOFIS DARI MIMESIS HINGGA METAVERSE

  Segera Terbit   Judul Buku                : Arsitektur Teori Seni Peta Jalan Filosofis dari Mimesis hingga Metaverse Penulis                        : Bambang Sunarto Editor                         : Erie Setiawan ISBN                           : Dalam proses Detail                          : Ukuran buku 15 x 23 cm; Tebal: vii + 193 hal     Sinopsis:    Motivasi terbesar di balik penulisan ini adalah keprihatinan mendalam mengenai kelangkaan buku filsafat dan teori seni yang komprehensif dalam bahasa Indonesia. Selama bertahun-tahun, mahasiswa dan penggiat budaya di Indonesia menghadapi kendala akses terhadap pemikiran filosofis global karena literatur kunci sering kali berbahasa asing atau terjemahannya terfragmentasi. Akibatnya, banyak mahasiswa kesulitan menempatkan karya mereka dalam peta diskursus global. Ketiadaan jembatan literatur ini kerap memutus hubungan antara kekayaan praktik di studio, sanggar, dan ruang-ruang kreatif penciptaan seni dengan ketajaman analisis di ruang seminar. Tujuan utama buku ini adalah menghadirkan kerangka berpikir yang sistematis dan kritis bagi siapa saja yang ingin memahami seni sebagai fenomena budaya yang sarat makna. Buku ini berfungsi sebagai “peta jalan” yang membentangkan rute intelektual dari pemikiran klasik hingga futuristik, menyajikan gagasan para filsuf besar dalam bahasa yang lebih mudah dicerna.   Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi: WhatsApp: 0895341875712 Instagram: @amtpublisher_ Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT

SEGERA TERBIT BUKU METODE SOFRAN SISTEM PEMBELAJARAN BIOLA
19 Jan 2026 Redaksi 178 Views

SEGERA TERBIT BUKU METODE SOFRAN SISTEM PEMBELAJARAN BIOLA

  Segera Terbit   Judul Buku                : Metode Sofran Sistem Pembelajaran Biola Penulis                        : Sopian Loren Sinaga, M.Sn. Editor                         : Erie Setiawan ISBN                           : Dalam proses Detail                          : Ukuran buku 21 x 29,7 cm; Tebal: v + 71 hal     Sinopsis:    Buku Metode Sofran Sistem Pembelajaran Biola ini adalah buku mendasar yang disusun secara tersruktur, teratur dan terukur, sehingga akan memudahkan siapapun untuk mempelajari biola secara menyenangkan, tapi tetap sistematik. Buku panduan ini dirancang dalam tahap-tahap pertemuan, dari pertemuan 1 hingga 20, dilengkapi dengan notasi dan instruksi. Tahapan dimulai dari pengenalan fisik instrumen biola, senar dan nada-nada, hingga memainkan lagu-lagu sederhana. Diharapkan buku ini dapat bermanfaat bagi pemula, dan dapat digunakan di sekolah atau kursus biola.   Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi: WhatsApp: 0895341875712 Instagram: @amtpublisher_ Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT  

SEGERA TERBIT BUKU KARYA RM SURTIHADI: MENARI DENGAN TROMPET
14 May 2023 Redaksi 1.315 Views

SEGERA TERBIT BUKU KARYA RM SURTIHADI: MENARI DENGAN TROMPET

    Kehadiran orang-orang Eropa di Nusantara telah mempertemukan budaya musik kelompok-kelompok etnik Nusantara dengan budaya musik Eropa. Kontak hubungan tersebut semula terjadi secara terbatas di kalangan kelompok etnis wilayah pesisir, namun kemudian meluas ke wilayah pedalaman (Simatupang, 2013: 41). Di sisi lain, awal dari diseminasi musik Eropa di Hindia-Belanda yang pertama kali di kepulauan Maluku terjadi dimulai sejak abad ke-16 melalui kegiatan para pedagang dan misionaris Kristen Katolik Portugis (Bramantyo, 2004: 62-86). Memasuki awal abad ke-20 banyak peristiwa terjadi dalam sejarah kehidupan dua keraton di Jawa Tengah yakni Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta (Larson, 1990: 1). Secara khusus, di Keraton Yogyakarta sebagai salah satu pusat budaya Jawa (pusèring bumi) mempunyai fakta sejarah yang menarik. Fakta yang menarik bukan terkait dengan isu politik secara langsung tetapi lebih pada peristiwa seni budaya keraton pada masa lampau. Menurut beberapa sumber data, pada awal abad ke-20 aktivitas seni-budaya keraton mengalami perubahan dan perkembangan. Salah satu perubahan tersebut terjadi karena faktor budaya lokal berinteraksi dengan budaya asing. Fakta sejarah yang terungkap dalam fenomena aktivitas seni-budaya Keraton Yogyakarta dapat dijumpai dalam seni pertunjukan tari klasik gaya Yogyakarta. Menurut Lindsay, (1991: 16-19), jenis kesenian tari Klasik Keraton Yogyakarta mengalami perkembangan pesat pada era Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939)[1].  Lebih lanjut Lindsay (1991) mengungkapkan bahwa, kehadiran instrumen musik Eropa di Keraton Yogyakarta juga merupakan bagian dari perkembangan seni pertunjukan keraton, bahkan musik Eropa merupakan instrumen ritual-ritual keraton dalam peristiwa budaya bagi masyarakat kerajaan vorstenlanden. Ritual yang dimaksud bukan berarti religius saja tetapi juga ritual keseharian seperti upacara adat, perkawinan, khitanan dan sebagainya. Namun demikian, yang terjadi pada aktivitas musik Eropa di keraton itu hanya bagian kecil dari pengaruh-pengaruh modernisasi di keraton. Perkembangan seni pertunjukan di Keraton Yogyakarta  khususnya seni tari klasik gaya Yogyakarta, tidak dapat dipisahkan dari unsur iringan tarinya. Iringan tari Bedhaya, Srimpi maupun beksan Lawung Ageng, terdapat bagian yang unik pada unsur iringan tarinya, yakni ditambahkan ansambel musik tiup dan genderang Eropa ke dalam gamelan Jawa dimainkan bersama-sama mengiringi tari-tarian di atas. Pada gerakan berbaris entrance dan exit-nya di area pentas[2], dalam iringan tari Bedhaya-Srimpi menggunakan iringan musik gamelan Jawa ditambah ansambel musik tiup dan genderang Eropa, sedangkan pada gerakan tari lainnya hanya diiringi gamelan Jawa saja. Namun demikian menurut data yang diperoleh, beberapa jenis tari Srimpi iringan tari pada gerakan inti tariannya ditambahkan ansambel musik Eropa, seperti Srimpi Pandelori dan Srimpi Muncar. Informasi dari (Kartahasmara, 1990: 191). Arsip Keraton Yogyakarta berjudul ‘Ngayogyakarta Pagelaran’ yang ditulis R.Ng. Kartahasmara membuka cakrawala dan informasi tentang indikasi konsep estetis penciptaan komposisi-komposisi gendhing mars/gati maupun gending-gendhing beksan Lawung Ageng[3] yang melibatkan ansambel musik Eropa dan gamelan Jawa bersama-sama mengiringi tarian. Dari data ini disebutkan bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono VIII mempunyai pengaruh besar terhadap konsep estetis seni pertunjukan di Keraton Yogyakarta pada masa pemerintahannya[4]. Apa yang tersirat dalam Arsip Keraton Yogyakarta itu merupakan bukti bahwa ide penambahan instrumen musik Eropa ke dalam iringan tari tersebut di atas merupakan ide Sultan yang dituliskan melalui sebuah dhawuh Dalem atau perintah sultan (Kartahasmara, 1990: 193). Sementara itu dalam iringan Beksan Lawung Ageng, ansambel musik tiup dan genderang Eropa juga dipakai untuk mengiringi hampir seluruh gerakan tari dari awal hingga akhir tarian, kecuali pada gerakan sodoran[5] hanya instrumen genderang Eropa saja yang dimainkan bersama instrumen gamelan. Gerakan tari maskulin yang bersinergi dengan karakter gendhing iringannya sangat terasa terutama saat bunyi gamelan Jawa berlaras pélog dimainkan bersama-sama dengan ansambel musik tiup Eropa berupa trumpet, trombone (brass section) dan klarinet, dengan instrumen tambur (genderang Eropa), kadang juga ada instrumen gesek (string section) sebagai additional instruments. Bunyi instrumen perkusi seperti: kendhang Jawa, bedhug, dan tambur memainkan pola ritme yang sama dengan pola permainan kendhangan dhang dhang thung dah, sedangkan instrumen melodi seperti brass section, string section  dan klarinet memainkan melodi (balungan) gamelan Jawa.  Pada saat ini pertunjukan tari Bedhaya, Srimpi, maupun Beksan Lawung Ageng tidak hanya dipentaskan untuk acara-acara ritual di dalam keraton saja, tetapi  juga bisa dipentaskan untuk acara yang bersifat non-ritual di luar keraton, bahkan pertunjukan tari tersebut kadang dipentaskan untuk acara hiburan resepsi pernikahan maupun acara-acara hajatan seremonial yang digelar oleh warga masyarakat umum. Penggunaan instrumen musik Eropa dalam iringan tari Bedhaya, Srimpi maupun Beksan Lawung Ageng diduga merupakan pengaruh perkembangan zeitgeist (World spirit) atau semangat zaman pada waktu itu.  Ada kemungkinan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menginginkan musik untuk iringan tari ditambahkan instrumen-instrumen Eropa seperti trompet, trombone, klarinet, genderang dan biola untuk melengkapi iringan tari. Hal ini dikarenakan adanya semangat zaman waktu itu yakni semangat modernisasi, dimana Belanda menjadi kiblatnya, sudah barangtentu Eropa menjadi kiblat modernisasi itu sehingga adanya perubahan ini dapat dipahami sebagai upaya memodernkan musik Jawa khususnya pada iringan tari keraton. [1]Seluruh aspek yang mendukung kesenian baik dari gaya penampilan seperti kostum penari, properti untuk pertunjukan wayang wong, gendhing iringan tari dan sebagainya. Hal yang menarik di sini, ada beberapa tarian diiringi dengan gamelan Jawa ditambah ansambel musik Eropa seperti tari Bedhaya dan Srimpi memainkan komposisi gendhing gati atau gendhing mares pada gerakan kapang-kapang, demikian pula pada beksan Trunajaya (Lawung Agêng).   [2] Gerakan berbaris pada tari Bedhaya, Srimpi  ketika entance-exit-nya di area pentas ini   disebut kapang-kapang. [3] Beksan Lawung Ageng merupakan bagian dari Beksan Trunajaya, dalam komposisi Beksan Trunajaya terdiri dari dari beksan Sekar Medura, Lawung Alit dan Lawung Ageng. [4] Hal tersebut dibuktikan dengan dhawuh Dalem yang dituangkan dalam naskah ‘Ngayogyakarta Pagelaran’ sebagai berikut: Karsa Dalem njangkepi iringaning kapang-kapang Bedhaya/Srimpi, Beksan Trunajaya, sarta Srimpi Pandelori miwah Srimpi Muncar kanthi tambahing musik gesek/Biola. (Karsa Dalem/Kehendak Sultan melengkapi iringan Kapang-kapang Bedhaya/Srimpi, beksan Trunajaya, serta Srimpi Pandelori dan Srimpi Muncar dengan tamabahan instrumen musik gesek/ Biola).   [5] Sodoran adalah bagian dari beksan Lawung pada gerakan adu tombak (lawung).  _____________ Menari Dengan Trompet: Apropriasi Musikal dalam Iringan Tari Keraton Yogyakarta   Penulis: R.M. Surtihadi Editor: Erie Setiawan Penyunting: Andri Widi Asmara Desain Sampul: GagaRoom Design Tata Letak: Dwi Pratomo Penerbit: Art Music Today   Alamat Penerbit: Jaranan RT 02 Panggungharjo, Sewon, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55188 @amtpublisher_ www.artmusictoday.org   Cetakan Pertama, Mei 2023 INFO: 0895341875712 (Erie)     

BUKU VIRALITAS DAN LEGASI GONG KEBYAR
14 Apr 2026 Redaksi 10 Views

BUKU VIRALITAS DAN LEGASI GONG KEBYAR

 Judul Buku          : Viralitas dan Legasi Gong KebyarPenulis                 : Nyoman Sukerna, JamalEditor                   : Wahyu Widyasih, S.Sos., M.Si.ISBN                     : 978-623-89796-9-1Detail                   : Ukuran buku 15 x 23 cm; Tebal: xvi + 172 hal Sinopsis:  Gong Kebyar adalah entitas yang unik dalam sejarah seni Nusantara. Ia lahir di tengah kawah pergolakan sosial Bali Utara pada awal abad ke-20, tepat ketika kekuasaan feodal istana (puri) runtuh akibat kolonialisme dan beralih ke tangan masyarakat desa (banjar) yang egaliter. Dalam waktu singkat, gaya musik yang agresif, meledak-ledak (byar), dan penuh kejutan ini berhasil menggeser dominasi gamelan-gamelan tua yang telah mapan berabad-abad lamanya. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mendasar: Mengapa Gong Kebyar bisa begitu cepat diterima? Siapa agen yang menyebarkannya? Dan psikologi sosial apa yang bersembunyi di balik dentuman kerasnya?Untuk menjawab pertanyaan tersebut, buku ini mengambil pendekatan pisau analisis dari ilmu sosial modern, yakni teori difusi inovasi dari Everett M. Rogers, teori epidemi sosial (the tipping point) dari Malcolm Gladwell, psikologi viralitas (contagious) dari Jonah Berger, serta kerangka cincin legasi (legacy rings) dari Dawson & Jöns untuk menjelaskan fenomena budaya Gong Kebyar. Melalui lensa multidisiplin ini, Gong Kebyar tidak hanya dilihat sebagai susunan nada, tetapi sebagai produk inovasi yang memiliki keunggulan relatif, disebarkan oleh para agen karismatik, dan diterima oleh masyarakat karena memiliki kemanfaatan sosial (social currency). Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi:WhatsApp: 0895341875712Instagram: @amtpublisher_Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT 

KUMPULAN ESAI INDONESIAN COMPOSERS COLLECTIVE
14 Apr 2026 Redaksi 13 Views

KUMPULAN ESAI INDONESIAN COMPOSERS COLLECTIVE

 Judul Buku                : Kumpulan Esai Indonesian Composers CollectivePenulis                        : Arham Aryadi, Aldy Maulana, dkk.Editor                         : Erie SetiawanISBN                           : 978-634-96820-0-8Detail                          : Ukuran buku 15 x 23 cm; Tebal: vii + 174 hal  Sinopsis: Buku ini adalah kumpulan esai beberapa komponis Indonesia yang tergabung di dalam Indonesian Composers Collective (ICC). ICC bersifat terbuka untuk komponis dari beragam latar belakang dan minat musik. ICC ingin menjadi wadah untuk karya, pemikiran, dan informasi berkaitan dengan komposisi untuk komponis dan penikmat musik di seluruh Indonesia. Untuk saat ini rekaman kegiatan-kegiatan ICC tersedia di laman Youtube Indonesian Composers Collective. Kumpulan esai ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial ICC untuk menginformasikan pengetahuan seputar komposisi musik mutakhir.Buku ini terdiri dari delapan esai. Esai-esai ini mengetengahkan topik yang cukup bervariasi, antara lain pengetahuan seputar metodologi, uraian analisis karya, hingga fenomena model-model bentuk musik kontemporer terkini.Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi:WhatsApp: 0895341875712Instagram: @amtpublisher_Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT  

SEGERA TERBIT BUKU JEJAK GARAM DI KULIT GUNUNG KARYA EKO SUPRIYANTO
14 Apr 2026 Redaksi 20 Views

SEGERA TERBIT BUKU JEJAK GARAM DI KULIT GUNUNG KARYA EKO SUPRIYANTO

Segera Terbit Judul Buku Jejak Garam di Kulit Gunung – Ekodramaturgi Eko  PenulisEko SupriyantoEditorRenee Sari WulanISBNDalam prosesDetailUkuran buku 15 x 23 cm; Tebal: x + 240 hal  Sinopsis:  Saya menulis buku ini sebagai bentuk refleksi dan kesadaran: bahwa perjalanan artistik saya sejatinya adalah perjalanan tubuh yang terus belajar mendengarkan.Saya lahir di Astambul, Kalimantan Selatan, dan tumbuh besar di Karang Kidul, Magelang. Masa kecil saya diisi oleh suara gamelan, latihan silat, dan tarian jatilan yang mengisi halaman kampung. Dari sana tubuh saya mulai mengenal tanah; bukan hanya sebagai pijakan, tetapi sebagai ruang spiritual tempat gerak dan kehidupan bertemu. Saat saya kuliah di STSI Surakarta, dunia tari membuka diri dengan cara baru. Saya belajar bahwa tradisi bukan sesuatu yang beku, melainkan sumber energi yang selalu bisa dibaca ulang. Pertemuan dengan para guru seperti Sardono W. Kusumo, S. Pamardi, Djarot B.Darsono dan Suprapto Suryodarmo meneguhkan keyakinan saya bahwa tubuh adalah teks hidup yang terhubung dengan alam. Dari mereka, saya mengenal kata kunci penting: ekologi.Buku ini saya tulis bukan untuk menjelaskan karya, melainkan untuk memahami proses: bagaimana penciptaan dapat menjadi bentuk perawatan. Di suatu titik perjalanan, tumbuh  kepercayaan baru pada saya bahwa koreografi bermakna membangun hubungan antara tubuh dan ruang, antara manusia dan alam. Proses penciptaan bagi saya adalah proses perawatan sosial dan ekologis: to choreograph relationships.Pendekatan ekodramaturgi yang saya kembangkan bukan semata teks dan teori panggung, tetapi praktik hidup yang menuntut keberadaan tubuh secara utuh.Ia menempatkan pengetahuan lokal, pengalaman komunitas, dan kesadaran ekologis sebagai sumber utama penciptaan seni. Dari riset dan pertemuan ini lahirlah gagasan tentang care-based choreography, ecological rehearsal, dan storytelling care, yang kemudian saya ajarkan kepada mahasiswa di ISI Surakarta terutama di Program Studi saya Prodi Koreografi Inkuiri. Pendekatan ini tentang investigasi, bukan hanya sebagai teknik penciptaan, tetapi sebagai etika memahami pengetahuan hidup. Buku ini ditulis dalam gaya autoetnografi praktik - sebuah bentuk penulisan yang menempatkan pengalaman personal sebagai sumber pengetahuan akademis. Dengan cara itu, tubuh tak lagi sebatas objek analisis, ia meluas sebagai subjek epistemologis yang dapat berbicara, merasakan, dan mengingat. Semoga buku ini dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa, peneliti, dan pembaca umum yang ingin memahami seni pertunjukan menggunakan cara pandang proses dan ekologi. Saya pun berharap buku ini menjadi ruang perenungan bagi siapa saja yang percaya bahwa tari adalah cara untuk hidup selaras dengan bumi.“Buku ini bukan catatan karya, tetapi catatan tubuh - tubuh yang terus belajar mendengar bumi, laut, dan napas kehidupan di antara keduanya.” Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi:WhatsApp: 0895341875712Instagram: @amtpublisher_Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT 

BUKU PAKELIRAN SANDOSA
14 Apr 2026 Redaksi 10 Views

BUKU PAKELIRAN SANDOSA

Sinopsis:    Pengkajian secara komprehensif tentang Pakeliran Sandosa belum pernah dilakukan oleh pihak lain, padahal bentuk pertunjukan wayang ini sangat signifikan untuk disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia dan dunia, baik sebagai bahan kajian maupun perbendaharaan pertunjukan wayang. Umumnya, Pakeliran Sandosa baru ditulis dalam bentuk artikel pendek maupun makalah yang mengulas segi pertunjukan maupun selayang pandang tentang Pakeliran Sandosa. Proses pengamatan dan penelitian Pakeliran Sandosa ini telah penulis lakukan semenjak mahasiswa, bahkan beberapa kali penulis ikut terlibat dalam proses produksi lakon pakeliran ini.             Isi dari buku ini mencakup sejarah pakeliran Sandosa, unsur-unsur estetika pekaliran Sandosa, proses penyusunan dan tinjauan naskah, proses penafsiran naskah dalam pertunjukan, proses latihan dan pementasan, pembaruan pakeliran Sandosa, kasus pembaruan lakon Dewa Ruci, dan bentuk serta arah pembaruan pakeliran Sandosa.      Buku ini tersusun atas bantuan dari berbagai pihak, terutama rekan-rekan dosen Jurusan Pedalangan ISI Surakarta yang banyak memberikan kontribusi tentang informasi Pakeliran Sandosa kepada penulis. Mereka ini adalah orang-orang yang berkompeten terhadap penyusunan Pakeliran Sandosa sehingga benar-benar mengetahui seluk beluk pakeliran ini.   Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi: WhatsApp: 0895341875712 Instagram: @amtpublisher_ Marketplace: Tokopedia/Penerbit AMT